Dear reader
Pernahkah kalian mendengar kata
bully? Pernahkah kalian melihat kejadian bully? Atau pernah membully seseorang?
Atau bahkan kalian sendiri merupakan korban bully? Lalu bagaimana kalian
menanggapi bully-an tersebut? Ini yang akan saya bahas hari ini.
Reader, dilansir dari Wikipedia
bully dalam bahasa indonesia berarti Penindasan, adalah penggunaan kekerasan, ancaman, atau paksaan untuk menyalahgunakan
atau mengintimidasi orang lain. Perilaku ini dapat menjadi suatu kebiasaan dan
melibatkan ketidakseimbangan kekuasaan sosial atau fisik. Hal ini dapat
mencakup pelecehan secara lisan atau ancaman, kekerasan fisik atau paksaan dan
dapat diarahkan berulang kali terhadap korban tertentu, mungkin atas dasar ras, agama, gender, seksualitas, atau kemampuan. Tindakan penindasan terdiri
atas empat jenis, yaitu secara emosional, fisik, verbal, dan cyber. Budaya
penindasan dapat berkembang di mana saja selagi terjadi interaksi antar
manusia, dari mulai di sekolah, tempat kerja, rumah tangga, dan lingkungan.
Biasanya
korban bully setidaknya akan mengalami stres, terlebih jika korban itu berjenis
kelamin perempuan. Tapi bagi sebagian orang, termasuk saya, bully bukan
merupakan sebuah momok yang menakutkan. Justeru bully dapat menjadi sebuah semangat
apabila ditanggapi secara positif. Menurut saya sendiri, bully adalah sebuah
semangat yang disampaikan teman atau pelakunya melalui cara yang sedikit kasar.
Lalu bagaimana menghadapi bully dengan cara yang cerdas? Inilah yang akan saya
bahas dalam postingan kali ini. Namun untuk mengawalinya, saya akan
menceritakan sedikit pengalaman saya saat mengalami pembullyan di sekolah.
Dulu,
sekitar dua tahun lalu, tepatnya saat saya naik ke kelas 8, saya bukanlah
siapa- siapa, saya hanyalah seorang murid pendiam yang tak banyak dikenal murid
lain. Saya berharap saat kenaikan kelas, saya akan terus bersama dengan teman
teman saya di kelas tujuh, meski rasanya mustahil, tapi saya tetap yakin saya
akan bersama dengan mereka, pasalnya saya belum pernah mengenal teman teman
dari kelas lain. Saya takut saya tidak bisa bergaul dengan teman baru. Pada
kenyataaannya, saya ditakdirkan untuk tidak bersama dengan teman teman dari
kelas 7 sebelumnya. Justeru saya malah sendirian berada di kelas yang baru.
Maksud saya, semua teman di kelas baru ini berasal dari kelas yang berbeda
dengan saya. Jujur, saya sempat minder untuk mengajak kenalan dengan mereka,
meski ada beberapa anak yang saya tahu, tapi entah mereka mengenal saya atau
tidak.
Di kelas baru ini, saya duduk dengan seorang gadis
pendek yang kelihatannya cerewet, tapi dia diam ketika berada disamping saya. Dan
neraka saya dimulai ketika saya diminta oleh guru saya untuk menjawab
pertanyaan essay yang lumayan rumit, tapi beruntung saya dapat menjawabnya
dengan sempurna meski sedikit terbata bata. Sejak saat itu, sikap teman teman
terhadap saya jadi berubah. Saya melihatnya. Namun saya berusaha untuk tetap
cuek. Dan kecuekan inilah yang akhirnya membuat seluruh kelas sepakat membully
saya. Ini adalah tantangan tersendiri buat saya, bagaimana saya dapat membuat
mereka malu dengan Membalas perilaku mereka dengan cara yang cerdas?
Sejak saat itu saya selalu menjawab pertanyaan yang
diajukan oleh guru dengan lantang sehingga membuat mereka geram, tapi hal
inilah yang membuat saya geli ketika salah seorang teman saya dengan gencar mengganggu
setiap apa yang saya kerjakan, namun justeru inilah yang membuat saya tidak
betah di kelas dan memilih untuk meminjam buku di perpustakaan dan selalu
menghabiskan waktu dengan membaca. Dari sinilah saya mulai menemukan bakat
bakat baru dalam diri saya. Menulis, membaca cepat, menghafal cepat, serta
bicara di depan umum. Dengan bakat baru inilah saya dapat menjadi pribadi yang
lebih baik.
Mungkin cerita diatas terlalu abstrak, karena banyak
yang saya potong. Namun cuplikan cerita diatas cukup jelas untuk menggambarkan bagaimana
saya cara menghadapi bully dengan cerdas, meskipun begitu saya akan tetap
menjelaskan kembali bagaimana cara menghadapi bully dengan cara cerdas,
langsung aja cek out...
1. Buat mereka
selalu geram dengan diri anda
Usahakan buat
mereka selalu marah dengan diri anda, dengan begitu anda akan semakin
tertantang untuk menghadapi mereka. Semakin mereka geram, maka akan semakin
mudah anda menangkap energi mereka, kemudian ubahlah energi itu menjadi
semangat. Namun cara ini menuntut anda untuk memiliki mental yang kuat. Karena tidak
mudah menghadapi bully, apalagi bully berupa caci maki.
2. Jangan
pernah menganggap mereka musuh
Cara yang
kedua ini memang agak sulit untuk
dilakukan, anda juga perlu mental yang cukup dan kesabaran yang luar biasa,
karena pelaku bully akan membully anda lebih gencar apabila anda mencoba akrab
dengan mereka. Namun hal ini perlu dilakukan agar mereka menganggap anda orang
yang sabar. Bayangkan saja anda sedang bermain sebuah drama yang mengisahkan
tentang korban bullying , dan anda adalah pelaku utamanya, yang notabene anda
adalah orang yang baik sehingga mampu memaafkan orang lain. Ini akan
menyenangkan.
3.
Belajarlah bicara di depan umum
Bicara di
depan umum akan membuat anda lebih percaya diri, apalagi saat berada dalam
tekanan bully,bicara di depan umum akan menjadi puncak dari bullying yang kamu
alami. Dengan menghadapi puncak bullying berkali kali maka anda akan merasa
terbiasa dengan yang namanya bully sehingga anda dapat lebih mudah menghadapi
bully.
4. Usahakan untuk
selalu terlihat cerdas dan intelektual
Terlihat cerdas
akan membuat mereka minder untuk membully anda, dengan begitu mereka akan
berhenti membully anda.
5. Stay cool
Tujuannya adalah
membuktikan kepada mereka bahwa diri anda adalah orang yang dapat mengendalikan
emosi meski berada dalam tekanan orang banyak.
Itulah
cara menghadapi bully dengan cara cerdas, selalu percaya bahwa apa yang terjadi
pada diri anda merupakan proses untuk menjadi yang terbaik, dan apapun yang
terjadi pada anda selanjutnya adalah sebuah kenyataan yang terbaik dari Tuhan. Sekian
dari saya, maaf apabila ada kata yang kurang berkenan.
Terima
kasih, dan sampai jumpa :D