Minggu, 31 Januari 2016

Cara Menghadapi Bully Dengan Cerdas

                Dear reader
                Pernahkah kalian mendengar kata bully? Pernahkah kalian melihat kejadian bully? Atau pernah membully seseorang? Atau bahkan kalian sendiri merupakan korban bully? Lalu bagaimana kalian menanggapi bully-an tersebut? Ini yang akan saya bahas hari ini.
                Reader, dilansir dari Wikipedia bully dalam bahasa indonesia berarti Penindasan, adalah penggunaan kekerasan, ancaman, atau paksaan untuk menyalahgunakan atau mengintimidasi orang lain. Perilaku ini dapat menjadi suatu kebiasaan dan melibatkan ketidakseimbangan kekuasaan sosial atau fisik. Hal ini dapat mencakup pelecehan secara lisan atau ancaman, kekerasan fisik atau paksaan dan dapat diarahkan berulang kali terhadap korban tertentu, mungkin atas dasar ras, agama, gender, seksualitas, atau kemampuan. Tindakan penindasan terdiri atas empat jenis, yaitu secara emosional, fisik, verbal, dan cyber. Budaya penindasan dapat berkembang di mana saja selagi terjadi interaksi antar manusia, dari mulai di sekolah, tempat kerja, rumah tangga, dan lingkungan.
            Biasanya korban bully setidaknya akan mengalami stres, terlebih jika korban itu berjenis kelamin perempuan. Tapi bagi sebagian orang, termasuk saya, bully bukan merupakan sebuah momok yang menakutkan. Justeru bully dapat menjadi sebuah semangat apabila ditanggapi secara positif. Menurut saya sendiri, bully adalah sebuah semangat yang disampaikan teman atau pelakunya melalui cara yang sedikit kasar. Lalu bagaimana menghadapi bully dengan cara yang cerdas? Inilah yang akan saya bahas dalam postingan kali ini. Namun untuk mengawalinya, saya akan menceritakan sedikit pengalaman saya saat mengalami pembullyan di sekolah.
            Dulu, sekitar dua tahun lalu, tepatnya saat saya naik ke kelas 8, saya bukanlah siapa- siapa, saya hanyalah seorang murid pendiam yang tak banyak dikenal murid lain. Saya berharap saat kenaikan kelas, saya akan terus bersama dengan teman teman saya di kelas tujuh, meski rasanya mustahil, tapi saya tetap yakin saya akan bersama dengan mereka, pasalnya saya belum pernah mengenal teman teman dari kelas lain. Saya takut saya tidak bisa bergaul dengan teman baru. Pada kenyataaannya, saya ditakdirkan untuk tidak bersama dengan teman teman dari kelas 7 sebelumnya. Justeru saya malah sendirian berada di kelas yang baru. Maksud saya, semua teman di kelas baru ini berasal dari kelas yang berbeda dengan saya. Jujur, saya sempat minder untuk mengajak kenalan dengan mereka, meski ada beberapa anak yang saya tahu, tapi entah mereka mengenal saya atau tidak.
                Di kelas baru ini, saya duduk dengan seorang gadis pendek yang kelihatannya cerewet, tapi dia diam ketika berada disamping saya. Dan neraka saya dimulai ketika saya diminta oleh guru saya untuk menjawab pertanyaan essay yang lumayan rumit, tapi beruntung saya dapat menjawabnya dengan sempurna meski sedikit terbata bata. Sejak saat itu, sikap teman teman terhadap saya jadi berubah. Saya melihatnya. Namun saya berusaha untuk tetap cuek. Dan kecuekan inilah yang akhirnya membuat seluruh kelas sepakat membully saya. Ini adalah tantangan tersendiri buat saya, bagaimana saya dapat membuat mereka malu dengan Membalas perilaku mereka dengan cara yang cerdas?
                Sejak saat itu saya selalu menjawab pertanyaan yang diajukan oleh guru dengan lantang sehingga membuat mereka geram, tapi hal inilah yang membuat saya geli ketika salah seorang teman saya dengan gencar mengganggu setiap apa yang saya kerjakan, namun justeru inilah yang membuat saya tidak betah di kelas dan memilih untuk meminjam buku di perpustakaan dan selalu menghabiskan waktu dengan membaca. Dari sinilah saya mulai menemukan bakat bakat baru dalam diri saya. Menulis, membaca cepat, menghafal cepat, serta bicara di depan umum. Dengan bakat baru inilah saya dapat menjadi pribadi yang lebih baik.
                Mungkin cerita diatas terlalu abstrak, karena banyak yang saya potong. Namun cuplikan cerita diatas cukup jelas untuk menggambarkan bagaimana saya cara menghadapi bully dengan cerdas, meskipun begitu saya akan tetap menjelaskan kembali bagaimana cara menghadapi bully dengan cara cerdas, langsung aja cek out...
1.       Buat mereka selalu geram dengan diri anda
Usahakan buat mereka selalu marah dengan diri anda, dengan begitu anda akan semakin tertantang untuk menghadapi mereka. Semakin mereka geram, maka akan semakin mudah anda menangkap energi mereka, kemudian ubahlah energi itu menjadi semangat. Namun cara ini menuntut anda untuk memiliki mental yang kuat. Karena tidak mudah menghadapi bully, apalagi bully berupa caci maki.
2.       Jangan pernah menganggap mereka musuh
Cara yang kedua ini memang  agak sulit untuk dilakukan, anda juga perlu mental yang cukup dan kesabaran yang luar biasa, karena pelaku bully akan membully anda lebih gencar apabila anda mencoba akrab dengan mereka. Namun hal ini perlu dilakukan agar mereka menganggap anda orang yang sabar. Bayangkan saja anda sedang bermain sebuah drama yang mengisahkan tentang korban bullying , dan anda adalah pelaku utamanya, yang notabene anda adalah orang yang baik sehingga mampu memaafkan orang lain. Ini akan menyenangkan.
3.       Belajarlah bicara di depan umum
Bicara di depan umum akan membuat anda lebih percaya diri, apalagi saat berada dalam tekanan bully,bicara di depan umum akan menjadi puncak dari bullying yang kamu alami. Dengan menghadapi puncak bullying berkali kali maka anda akan merasa terbiasa dengan yang namanya bully sehingga anda dapat lebih mudah menghadapi bully.
4.       Usahakan untuk selalu terlihat cerdas dan intelektual
Terlihat cerdas akan membuat mereka minder untuk membully anda, dengan begitu mereka akan berhenti membully anda.
5.       Stay cool
Tujuannya adalah membuktikan kepada mereka bahwa diri anda adalah orang yang dapat mengendalikan emosi meski berada dalam tekanan orang banyak.
Itulah cara menghadapi bully dengan cara cerdas, selalu percaya bahwa apa yang terjadi pada diri anda merupakan proses untuk menjadi yang terbaik, dan apapun yang terjadi pada anda selanjutnya adalah sebuah kenyataan yang terbaik dari Tuhan. Sekian dari saya, maaf apabila ada kata yang kurang berkenan.

                                                                Terima kasih, dan sampai jumpa  :D

Jumat, 22 Januari 2016

Tak Kenal Maka Tak Sayang

Wey reader
Kenalin, nama gue Ais, gue blogger baru dan baru mau posting buat pertama kalinya. Gue harap lu semua nggak kabur liat blog ini, karena sesuai namanya, blogbegook, maka isinya bakalan antah berantah banget. So, kalian nggak perlu khawatir soal kualitas blog ini, karena meskipun nantinya bakal diisi sama postingan yang antah brantah tapi yg pasti blog ini bakal mendidik kalian ke jalan yang lurus.
Sekian kenalannya, salam dari gue.
Selamat menikmati dan sampai jumpa
Jangan lupa pula untuk selalu mengikuti postingan di blogbegook.